suatu hari
suatu hari kita pernah di antara orang-orang pergi dan pulang
bandara selalu gugup
hanya rekah bunga-bunga mawar
yang sepanjang kilometer terakhir mendiami wajahmu
tak habis malam itu
dendang keroncong jatuh cinta di seluruh jalan-jalan kosong menuju pagi
dan dingin cuaca menanam api pada selesai panen raya di perkebunan sawit
tapi tak membuat kikis ngarai itu dari kata cantik belaka
sebelum usia berganti musim
dari jam besar di taman kota paling tua
dari bolu kemojo lalu meranti
jantung hati terlampau mudah dicuri
suatu hari oleh nikmat kuah soto sinar pagi
dan sop bening kepala ikan di pesisir
bersamamu
yang merah muda
dan biru semenjana
ombak-ombak bergulung
memeluk karang
melarung khayalan kecil sepenuhnya
tentang luas berpasir dengan hujan cahaya itu
semoga kelak suatu hari
tiada lelah dari setelah perayaan-perayaan
juga lampu-lampu kembali dipadamkan
bandara selalu gugup
hanya rekah bunga-bunga mawar
yang sepanjang kilometer terakhir mendiami wajahmu
tak habis malam itu
dendang keroncong jatuh cinta di seluruh jalan-jalan kosong menuju pagi
dan dingin cuaca menanam api pada selesai panen raya di perkebunan sawit
tapi tak membuat kikis ngarai itu dari kata cantik belaka
sebelum usia berganti musim
dari jam besar di taman kota paling tua
dari bolu kemojo lalu meranti
jantung hati terlampau mudah dicuri
suatu hari oleh nikmat kuah soto sinar pagi
dan sop bening kepala ikan di pesisir
bersamamu
yang merah muda
dan biru semenjana
ombak-ombak bergulung
memeluk karang
melarung khayalan kecil sepenuhnya
tentang luas berpasir dengan hujan cahaya itu
semoga kelak suatu hari
tiada lelah dari setelah perayaan-perayaan
juga lampu-lampu kembali dipadamkan
Komentar