legian pukul sembilan pagi
selalu saja ada menarik mataku
kepada alasan menerka warna gaun pantai
atau perak matahari
yang bersarang pundak orang-orang asing
tepat ketika kedai makan itu selesai membakar roti
menyingkirkan omelete dan berdiri dari pinggangmu
menunggu angin melengkung janur
di muka kios-kios sepanjang jalan
semerbak harum sesaji bersenandung lihat kebunku
seperti menabur doa-doa atas hari ini
semoga kelak berhasil merajut senja
bersama sepasang mata itu
kepada alasan menerka warna gaun pantai
atau perak matahari
yang bersarang pundak orang-orang asing
tepat ketika kedai makan itu selesai membakar roti
menyingkirkan omelete dan berdiri dari pinggangmu
menunggu angin melengkung janur
di muka kios-kios sepanjang jalan
semerbak harum sesaji bersenandung lihat kebunku
seperti menabur doa-doa atas hari ini
semoga kelak berhasil merajut senja
bersama sepasang mata itu
Komentar