engkau tak di antara
hujan berderai
menua sepanjang jatuh mata itu
di luar gedung denyut jantung berpayung udara dingin
tatkala resah berangsur merekah bunga
dan bangku-bangku merangkak demam
menua sepanjang jatuh mata itu
di luar gedung denyut jantung berpayung udara dingin
tatkala resah berangsur merekah bunga
dan bangku-bangku merangkak demam
di taman semakin dendam perjumpaan
o, jalan-jalan yang tersenyum
betapa temaram lampu terlampau mudah romantis
sedang engkau tak di antara gugur daun
atau patah ranting trembesi
keinginan hampir malam ini
luput dari kereta besi lewat itu
betapa temaram lampu terlampau mudah romantis
sedang engkau tak di antara gugur daun
atau patah ranting trembesi
keinginan hampir malam ini
luput dari kereta besi lewat itu
Komentar