suatu hari
dari tujuan akhir transjakarta dan kereta bogor-kota
memeram kantin dan taman berbatu
hingga hari tak terasa matang ungu di sisimu
mataku menuju
mengenggam jauh matahari lain
yang besar berbunga ku namakan bintang itu
lalu jendela menghapus banyak nama jalan
cahaya kota dan udara dingin
beranjak laju semakin laju
melihat ramai hujan berpasang-pasangan
menuju sunyi yang tunggal sekali
dan teduh semilir angin
menyederhanakan detak jantungku
tatkala yang terlukis sejenak dipejamkan
dan aku ternyata memiliki kehilangan saja
Komentar