di meja nomor sebelas
di bawah temaram
jalan-jalan bercabang berisi rajut angin
dari kedai makan senang berdagang
dan pepohonan membungkuk itu
sebentar dari lenganmu
aku mencuri pukul delapan malam
dan sisa merah mekar mawar hampir pudar
larut dalam hiruk pikuk kota yang berhembus
dan malam ini terasa kita menarik bulan cukup jauh
sisa lemon tea, lunak daging sapi
dan percakapan meja kursi
adalah ingatan-ingatan yang tak pernah sederhana
jalan-jalan bercabang berisi rajut angin
dari kedai makan senang berdagang
dan pepohonan membungkuk itu
sebentar dari lenganmu
aku mencuri pukul delapan malam
dan sisa merah mekar mawar hampir pudar
larut dalam hiruk pikuk kota yang berhembus
dan malam ini terasa kita menarik bulan cukup jauh
sisa lemon tea, lunak daging sapi
dan percakapan meja kursi
adalah ingatan-ingatan yang tak pernah sederhana
Komentar