menimbun suara telepon

sore itu 
di ujung jatuh 
bertubi-tubi
seperti tumbang terburu 

dari gedung apartemen, 
angsana muda 
dan aroma menyengat ayam taliwang 
menimbun sejenak dering telepon 
yang mencari bubuk paprika sepanjang bulan

dari balik pintu 
tiba rencana rembulan di kening telaga sunyi 
barangkali kuning wajahnya 
akan menyudahi geliat sihir kopi linthong lasuna 
meninggalkan sebuah persoalan 
yang masih berekor cicak

dan langit bergaun merah 
luruh sepanjang kemang raya 
tenang menuju sinaran 
dan habis berkelok ke pasar minggu 

di jalan merayap itu
tubuh ini seperti tak habis 
menulisi udara dingin 
dengan puluhan alamat singgah 
bersamamu; jantung puisiku



Komentar

Postingan Populer