aku, senantiasakah merdu dinyanyikan angin?
hari hampir mematangkan siang
riuh burung-burung menghitung sendat riwayat angin
di antara pepohonan angsana tua
dan perak cahaya melumuri gedung-gedung
kelopak jendela itu merekah tak biasa
membuka jalan beberapa ingatan tetiba mendengkur dalam kepala
matahari di terbangkan pantai, ombak-ombak bermain pasir,
nelayan memasak harapan di laut
dan ketakutan-ketakutanku dikejar anjing
telah rimbun menunggu matanya
mimpi-mimpi itu perlahan menyambut warna-warna menawan
seperti pelangi atau taman bunga yang jatuh dikisahkan jemari
aku, senantiasakah merdu dinyanyikan angin?
dinyanyikan suara-suara yang hinggap di daun-daun
lalu berderai adalah jawaban dari gelisah yang sampai
untukmu
riuh burung-burung menghitung sendat riwayat angin
di antara pepohonan angsana tua
dan perak cahaya melumuri gedung-gedung
kelopak jendela itu merekah tak biasa
membuka jalan beberapa ingatan tetiba mendengkur dalam kepala
matahari di terbangkan pantai, ombak-ombak bermain pasir,
nelayan memasak harapan di laut
dan ketakutan-ketakutanku dikejar anjing
telah rimbun menunggu matanya
mimpi-mimpi itu perlahan menyambut warna-warna menawan
seperti pelangi atau taman bunga yang jatuh dikisahkan jemari
aku, senantiasakah merdu dinyanyikan angin?
dinyanyikan suara-suara yang hinggap di daun-daun
lalu berderai adalah jawaban dari gelisah yang sampai
untukmu
Komentar