di kelok jalan itu
sepanjang alamat yang tergenggam
awan mengapung berbukit-bukit
menampung asin hujan hari lalu
ketika ranum sore menanam hendak dirinya sendiri
dan merampas wajah itu
sungguh jarak begitu angin
membawa dekap kepada pelukanmu
menjauh temu ke benak cerita yang tak lucu
dan rindu menentukan nasib di separuh jendela
sekadar bercerita kembali pada sendiri masing-masing kota
di kelok jalan itu
tubuh waktu semakin malam
terpental redup lampu di tempat jarang berpenghuni
lantas menjalar hangat ini mengenapi seluruh
biar sejenak ku resapi segala semerbak wangi rambutmu itu
awan mengapung berbukit-bukit
menampung asin hujan hari lalu
ketika ranum sore menanam hendak dirinya sendiri
dan merampas wajah itu
sungguh jarak begitu angin
membawa dekap kepada pelukanmu
menjauh temu ke benak cerita yang tak lucu
dan rindu menentukan nasib di separuh jendela
sekadar bercerita kembali pada sendiri masing-masing kota
di kelok jalan itu
tubuh waktu semakin malam
terpental redup lampu di tempat jarang berpenghuni
lantas menjalar hangat ini mengenapi seluruh
biar sejenak ku resapi segala semerbak wangi rambutmu itu
Komentar