sepasang mata akhirnya
untuk Febdah Noveliza
di antara langit kulit jeruk mandarin
ranting hujan gemulai patah satu-satu
jatuh menyalakan lampu semacam puluhan kunang-kunang
kerlip itu adalah kutukan yang pulang menuju rumah
sepasang kagum di atas bukit
di antara langit kulit jeruk mandarin
ranting hujan gemulai patah satu-satu
jatuh menyalakan lampu semacam puluhan kunang-kunang
kerlip itu adalah kutukan yang pulang menuju rumah
sepasang kagum di atas bukit
dan lihatlah sepanjang besar pepohon angsana
betapa itu rencana telah bergeliat
betapa itu rencana telah bergeliat
pergi tamasya ke lubuk musim-musim
yang tumbuh merawat rindang
yang tumbuh merawat rindang
untuk teduh di dekap suatu ketika
apakah benar,
surga menghafal betul jalan menuju ke mata itu?
Komentar
@Irma Senja: trm ksh ibu guru, jln menuju ke mata hazel, barangkali.