angin di lubang pintu
bicaralah,
angin sekarang sudah genap di lubang pintu
menjadi ingin menaiki punggung kuda
menuju sabana, luas kepulangan yang hijau
tumbuh menyebut saja dadaku
sudahlah,
kemasi betapa ganjil yang memelihara itu
perihal percakapan angka-angka di wajah cermin
silakan kau bungkus bersama usia agar selepas padam listrik di kamarmu
engkau menjadi lengkap, lelap memiliki hangat oleh segalaku
angin sekarang sudah genap di lubang pintu
menjadi ingin menaiki punggung kuda
menuju sabana, luas kepulangan yang hijau
tumbuh menyebut saja dadaku
sudahlah,
kemasi betapa ganjil yang memelihara itu
perihal percakapan angka-angka di wajah cermin
silakan kau bungkus bersama usia agar selepas padam listrik di kamarmu
engkau menjadi lengkap, lelap memiliki hangat oleh segalaku
Komentar