nur
seperti ada derap kaki melaju nyenyak
mengusik pejam seakan dalam sekali
sunyi ini membangun jalan-jalan
dengan sisi rindang pepohon
juga sinaran lampu berhujan itu
aku memandang ingat di suatu sudut
mencoba melawan tahun-tahun
memutar pulang
merayakan genggam
menunggu rembulan yang terbang dari punggung itu
dan mabuk kasmaran tiba-tiba
di antara gugur cahaya bintang
dirimu adalah musim panen raya
yang telah ranum
dan siap pecah oleh gigitan pertama
Komentar