mendengar payung teduh

Seperti pagi, 
penuh kecup embun di dedaun

Seperti siang,
menggantung awan tipis-tipis

Seperti petang,
tenggelam melajukan matahari di jingga semesta 

Seperti malam, 
tak habis-habis itu gelumat bintang berkilau di sepasang mata perempuan 

Aku menemu mendengar itu di antara lagu paling rembulan
Melenggok di wajah danau begitu tenang
Menyala redupkan bernama kenangan itu 





Komentar

ocha mengatakan…
hmm..sudah lama tak berkunjung kesini.. :) makin cakep aja rumah celoteh jemari,,hampir tadi ragu mau masuk, ternyata si empunya rumah masih pak pujangga,,,hehehe...
andri K wahab mengatakan…
@ ocha: hei cha, apa kabar? btw trm ksh sdh menyempatkn main ke sini lg :-D

Postingan Populer