puisi kembang api
Aku, sebut saja peracik gembira yang mendebarkan
Yang tekun menjadi ibu bagi lengkung bulan sabit bibir-bibir yang kau peluk dahulu atas nama kesedihan yang ramah
Hidup dari sejenak
Mungkin surga sederhana untuk sepenggal perjalanan
Di mana angka-angka pada almanak akan tanggal satu persatu di lantai
Mengenaskan dalam kenangan tanpa nisan
Oh kekasih yang masih bernama malam
Adakah cinta yang melebihiku?
Mengecup bahagia luas keningmu
Mempuisikan cahaya-cahaya
Adakah?
Yang tekun menjadi ibu bagi lengkung bulan sabit bibir-bibir yang kau peluk dahulu atas nama kesedihan yang ramah
Hidup dari sejenak
Mungkin surga sederhana untuk sepenggal perjalanan
Di mana angka-angka pada almanak akan tanggal satu persatu di lantai
Mengenaskan dalam kenangan tanpa nisan
Oh kekasih yang masih bernama malam
Adakah cinta yang melebihiku?
Mengecup bahagia luas keningmu
Mempuisikan cahaya-cahaya
Adakah?
Komentar
nice poem pak ^^
@ Bubble Pops : terima kasih yh :-D