puisi kembang api

Aku, sebut saja peracik gembira yang mendebarkan
Yang tekun menjadi ibu bagi lengkung bulan sabit bibir-bibir yang kau peluk dahulu atas nama kesedihan yang ramah
 

Hidup dari sejenak 
Mungkin surga sederhana untuk sepenggal perjalanan
Di mana angka-angka pada almanak akan tanggal satu persatu di lantai 

Mengenaskan dalam kenangan tanpa nisan
 

Oh kekasih yang masih bernama malam
Adakah cinta yang melebihiku?
Mengecup bahagia luas keningmu 

Mempuisikan cahaya-cahaya 

Adakah?




Komentar

Irma Senja mengatakan…
Mungkin pada ketulusan pemilik hatimu disana, pesona kembang api terkalahkan percikannya :)

nice poem pak ^^
andri K wahab mengatakan…
@ Irma Senja : hehehe...pastinya itu :-D
cerita bintang mengatakan…
manis sekali... teruslah berpuisi! :D
andri K wahab mengatakan…
@ cerita bintang : terima kasih atas kunjungan serta apresiasinya. :-D
ghost mengatakan…
ah, adakah? ia pertanyaan yang meluas dengan jawaban yang mengecil. pasti!
Unknown mengatakan…
semoga masih tersisa malam. Tentu dengan tidak dengan senyum yang gelisah..salam:) I love your words so much...
Lady ★ Hanna mengatakan…
bagus la kamu punya puisi ;) suka bangat ~
andri K wahab mengatakan…
@ Ibrahim Sukman : semoga saja begitu mas, btw trm ksh utk kunjungan dan aspresiasinya. :-D

@ Bubble Pops : terima kasih yh :-D
Unknown mengatakan…
uuuh...cocweeet anak terbatas
andri K wahab mengatakan…
@ zoel's : hehe...trm ksh bang izoel
JK mengatakan…
puisinya indah sekali
andri K wahab mengatakan…
@ JK : terima kasih :-D

Postingan Populer