catatan #71

pada wihaya jemari malaikat menyentuh
muram masam, sekali jauh 
kau pun dapati putik merintik
ngambruk, rebah dari rahim ambuda

di dalam kamar di balik jendela
tatapmu lekat khusyuk teropong ujung jalan
nelis nastiti, seluruh bayang hingga copot kutang

"kamu, kapan pulang ?"

cemasmu sebelum teruh

menantiku hingga merah telingaku
sampai-sampai ragaku kopong
gemplung, di sini, namun tak bertuan

dari pijakan aku berandai mampu melancong sekarang
sudah pasti, telingamu kukalungkan bisik aksara warada
mengaras kening melaju hingga terpetik kelopak bibir nan ranum

"andai, lagi-lagi andai" 

entah sudah berapa kali kumuntahkan kata itu
bahkan untuk urusan semudah ini kuecap andai lagi
lalu jika begini kapan yah aku sampai padamu?



Komentar

Unknown mengatakan…
hmm..mencoba memahami
andri K wahab mengatakan…
@ sang cerpenis : pasti sekarang sudah paham...^_^
fanny mengatakan…
ambuda? kata apa ya? baru tahu...
andri K wahab mengatakan…
@ fanny : bahasa sansekerta mbak, artinya awan...^_^
Michella mengatakan…
bukan kah kau sudah paham.... harus nya tak kau tanya, liat hatimu kembali ^_^
andri K wahab mengatakan…
@ shella : hatiku ingin melancong
dan sudah...
namun ragaku, belum...
atau memang tak akan pernah ???...^_^

Postingan Populer