catatan #18
Kau adalah titik dan aku adalah koma
Kau sebagai titik, penyanjung sesuatu yang pasti, berwujud dan nyata
Aku sebagai koma, penikmat kata-kata seandainya, selanjutnya, dan mungkin
Kau sebagai titik, mencari sesuatu untuk mengakhiri dan menyelesaikan
Aku sebagai koma, mencari kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi
Kau sebagai titik, tidak memberi ampun untuk segala bentuk penghianatan
Aku sebagai koma, memberi kesempatan, untuk sebuah kata maaf sederhana sekalipun
Kau tercipta sebagai titik dan aku tercipta sebagai koma
Lalu akankah kita dapat bersanding hidup berdampingan?
Jawabnya sepertinya tak penting lagi, seperti tak pentingnya pertanyaan ini
Sudah diketahui kita tak akan bersama jadi tak perlu lagi diperdebatkan
Biarlah kita hanya saling mengkagumi setiap kelebihan dan kekurangan kita masing-masing, tanpa perlu saling memiliki
Karena kita ditakdirkan tanpa berhak memiliki satu sama lain dan kita tercipta hanya untuk saling menyempurnakan tujuan mereka
Terus bahagiakanlah mereka, pihak-pihak yang diuntungkan dari kehadiran kita
Karena itu tujuan kita, walau terasa menyesakkan namun teruskanlah
Teruskanlah kau menjadi titik di kehidupanmu saat ini
Seperti aku yang takkan pernah beranjak dari koma
Dan jangan pernah kau sesali akan takdir ini
Seperti diriku yang tak sedikitpun menyesalinya
Mungkin sekarang kita belum berjodoh dan semoga nanti kita terlahir kembali
Bukan sebagai titik bukan sebagai koma.
Kau sebagai titik, penyanjung sesuatu yang pasti, berwujud dan nyata
Aku sebagai koma, penikmat kata-kata seandainya, selanjutnya, dan mungkin
Kau sebagai titik, mencari sesuatu untuk mengakhiri dan menyelesaikan
Aku sebagai koma, mencari kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi
Kau sebagai titik, tidak memberi ampun untuk segala bentuk penghianatan
Aku sebagai koma, memberi kesempatan, untuk sebuah kata maaf sederhana sekalipun
Kau tercipta sebagai titik dan aku tercipta sebagai koma
Lalu akankah kita dapat bersanding hidup berdampingan?
Jawabnya sepertinya tak penting lagi, seperti tak pentingnya pertanyaan ini
Sudah diketahui kita tak akan bersama jadi tak perlu lagi diperdebatkan
Biarlah kita hanya saling mengkagumi setiap kelebihan dan kekurangan kita masing-masing, tanpa perlu saling memiliki
Karena kita ditakdirkan tanpa berhak memiliki satu sama lain dan kita tercipta hanya untuk saling menyempurnakan tujuan mereka
Terus bahagiakanlah mereka, pihak-pihak yang diuntungkan dari kehadiran kita
Karena itu tujuan kita, walau terasa menyesakkan namun teruskanlah
Teruskanlah kau menjadi titik di kehidupanmu saat ini
Seperti aku yang takkan pernah beranjak dari koma
Dan jangan pernah kau sesali akan takdir ini
Seperti diriku yang tak sedikitpun menyesalinya
Mungkin sekarang kita belum berjodoh dan semoga nanti kita terlahir kembali
Bukan sebagai titik bukan sebagai koma.
Komentar