catatan #21
Kau, adalah makhluk pemilik pesona terindah
Berparas cantik yang terselimuti keanggunan diri
Kau, adalah keteduhan dari barisan awan putih
Yang menggantung di langit, menyelamatiku dari siksa sang terik
Kau, adalah penghilang dahaga termanis yang pernah kuminum
Dari ribuan anggur yang pernah tersaji, pada setiap perjamuan yang kuhadiri
Kau, adalah oksigen yang selalu ingin ku helat
di setiap pagi, siang, sore, dan malam kesendirianku
Kau, adalah sebuah puisi cinta yang melegenda
Yang ingin aku baca dan ku cetak kembali di lembaran hari-hariku
Kau, adalah semilir kidung simponi yang melarutkan
Menghanyutkan angan, membunuh semua kobaran kepenatan
Kau, adalah alasanku mengapa aku mampu memejamkan mata kembali
Mengajariku betapa indahnya memiliki mimpi
Kau, adalah pemimpin besar sebuah pemberontakkan di hati
Yang menundukkan serdadu-serdadu kesetiaanku, dari kependudukannya di hati ini
Kau, tiada yang seperti kau dari pada kau
Kini milikilah aku selamanya, jadilah bagian dari rusukku yang menghilang
Berparas cantik yang terselimuti keanggunan diri
Kau, adalah keteduhan dari barisan awan putih
Yang menggantung di langit, menyelamatiku dari siksa sang terik
Kau, adalah penghilang dahaga termanis yang pernah kuminum
Dari ribuan anggur yang pernah tersaji, pada setiap perjamuan yang kuhadiri
Kau, adalah oksigen yang selalu ingin ku helat
di setiap pagi, siang, sore, dan malam kesendirianku
Kau, adalah sebuah puisi cinta yang melegenda
Yang ingin aku baca dan ku cetak kembali di lembaran hari-hariku
Kau, adalah semilir kidung simponi yang melarutkan
Menghanyutkan angan, membunuh semua kobaran kepenatan
Kau, adalah alasanku mengapa aku mampu memejamkan mata kembali
Mengajariku betapa indahnya memiliki mimpi
Kau, adalah pemimpin besar sebuah pemberontakkan di hati
Yang menundukkan serdadu-serdadu kesetiaanku, dari kependudukannya di hati ini
Kau, tiada yang seperti kau dari pada kau
Kini milikilah aku selamanya, jadilah bagian dari rusukku yang menghilang
Komentar