rasa

untuk lusiana herawati

oleh sebab kubayangkan 
setapak jalan sore hari 
akan susuri dedaun gugur itu
di mana angin sesekali riang bermain rambut 
dan bersorai oleh perjumpaan 
yang sedang berpohon-pohon

mata kita barangkali 
juga sibuk akan sama 
mengulang nyala redup lampu di jendela  
berhitung tentang jarak 
hanyut rindu 
menuju dan mencari cengkerama

dan rembulan jauh  
tersenyum tenggelam 
saksi muara seluruh doa-doa yang hidup itu

 




Komentar

Postingan Populer