catatan #14
Saat ini aku ingin sekali kau berada di sampingku. Mendengarkan setiap ucapan-ucapanku, menenangkan segala bentuk amarahku, menyentuh rumitnya syaraf-syaraf penatku. Lalu kemudian, kau meringkasnya dengan sangat mudah tanpa memakan waktu lama, kau menyulapnya menjadi sebiji atom.
Bayangkan betapa aku bergantung sekali padamu. Bahkan untuk menyeka linangan air mata, merapihkan sisiran belahan rambutku. Aku tak mampu melakukannya.
Sungguh aku telah lumpuh tergerus memori. Kehilanganmu melahirkan pecundang jiwa yang baru. Hanya pakaian perang ini yang meninggikan
Memanipulasi, tetapi kosong dan hampa di baliknya.
Mengapa harus aku yang berhasil memenangkanmu. Bila setelah itu, aku kehilanganmu dalam sekejab. Selayak kilat yang menyelinap di kehampaan malam. Selayak embun yang membasahi bumi di pagi hari.
Semua hanya kesementaraan yang ternobatkan. Terlukis di pemandangan hati dengan warna-warna cerah dan aku masih disini, rapuh bersama kerinduan, menanti suara, tatapan dan sentuhan yang terdahulu.
Komentar
Aku tanpa alas kaki,...
berjalan kesana-kemari,
mungkin sejenak menepi disini,
menghela nafas saat menemukan kalimat yang mengetuk hatiku,...
indahh....mengingatkan pada rindu,senja,dan hidup !
happy bloging ya pak... ^^
* btw sakit kepalanya sudah mulai menepikah ???
* sakit kepala tak kunjung baik,hari ini ke rumah sakit dan alhmadulilah besok lusa harus kembali ke RS dgn berpuasa untuk USG dan beberapa pemeriksaan keren lainnya hehehe....:D
doakan hasilnya bagus ya pak :)
Hope you don't mind with my comment! Love this~
btw trm ksh yh utk komentarnya...^_^