derai merayakan
telah pagi di akhir pekan
merumah matamu
penuh tumbuh taman berbunga itu
dan derai merayakan
warna warni bercikal
melepas cerita hujan
yang berumur semalaman di beranda
musim memang sedang tak menentu
kali waktu begitu telanjang matahari
kali waktu rimbun pepohon luar biasa
tetapi dirimu semoga belaka diucapkan
"selamat dan beruntung"
dari lincah lidah api
jebakan manis riba badan-badan usaha
dan kembali jernih
serupa gugur air mata itu
yang meniadakan seluruh
ratap duka laranya
o, sayang
berbahagialah,
hari ini
selamanya,
bersamaku
merayakan!

Komentar