arus sungai

masih jelas

waktu kami menunggu itu

resah gelisah saling mencukupi

dari bermula duduk 

berbaring 

berlalu sibuk di antara lorong-lorong

begitu sulit nyata kami menerima

keheningan dunia


dera hujan mulai berprasangka

gugur berhati-hati

berhari-hari


"apakah engkau, akan baik-baik saja?"


adalah harapan sepanjang jalan menuju

sendu yang belum pernah 

tumpah

dan diberi judul sekali pun 


lalu detik 

detak berlalu

hingga hembus kabar 

berhasil melaut biru 

kembali kepada langit

dan hijau rimbun dedaun itu

kembali merayakan matahari 

yang hangat 

dan bergetar


dekap pelukan yang belum pernah terjadi

"Alhamdulillah, 

Alhamdulillah, 

Alhamdulillah..."


tak terhitung telah berapa kali 

kebahagiaan itu serupa 

perjalanan arus sungai

menuju laut 

deras. 

pasti 

dan begitu mudah kami temukan

hingga hari ini


"selamat merayakan, usia, Bi"

Komentar

Postingan Populer