living rooms songs
- Olavur Arnalds
waktu seakan pamit
dari sengkarut jalan protokol di ibukota
merah muda langit menancap di kepalanya
bilur ungu berduyun-duyun menuju pemakaman itu
dari denting menuju denting
oleh piano nampak bintang-bintang
terkenang berjatuhan
masih tergenang riak rindu akan kekasihku
alunan dawai cello yang kedinginan
membangun jalan setapak
menuju tempat peristirahatannya
membelah hutan
mengayuhkan anak sungai
dari bukit dan gunung
berkelok-kelok menanamkan air mata
pada sengau nada nadi biola
o, hangat pesisir
di sanalah aku menerka
detak arah jantung matahari itu
terbang rendah lintasi kumpulan awan tipis
dan cahaya merah muda
sepanjang jalan begitu saling menunggu
"aku pulang", lagu terakhir tersirat
memetik cahaya begitu saja
o, hangat pesisir
di sanalah aku menerka
detak arah jantung matahari itu
terbang rendah lintasi kumpulan awan tipis
dan cahaya merah muda
sepanjang jalan begitu saling menunggu
"aku pulang", lagu terakhir tersirat
memetik cahaya begitu saja
Komentar