kemungkinan
untuk retno wijayanti
pernah dilakukan kita
sepanjang malam
sejauh perbincangan itu
rembulan terang
menyusun bintang
gemerlap sunyi seperti memasuki
tempat-tempat baru
pada sepasang mata itu
betapa ingin diriku menuai rindang
dan sendang esok hari
di bawah bukit pagi
menyusuri setapak kemarau
menjemput aroma-aroma
juga lingkaran
kemungkinan
dan keramaian semacam itu
apakah jadi hanyut
dan denyut
memahami sebagaimana jantung
menunggu pertemuaan-pertemuan
dan cemas yang berulang-ulang
Komentar