suatu waktu di ujung besar trembesi tua
beberapa bintang hinggap berpijar bunga
terbentang lampu-lampu juga
melingkari deru mesin-mesin kendaraan itu
seperti sekarang tatkala rembulan berjalan pincang di atas gedung
cemas terkenang hidup dalam pelukanmu yang setenang subuh
dahulu dan waktu seperti ini dibiarkan tenggelam
jatuh kepada inti jantung senandung duka lara berusia lanjut
dan malam kita terbenam di kelokan jalan masing-masing
rinduku atau entah apapun membawa gila musim-musim
mengiring hujan badai kepada sibuk sebuah kota
yang menjagamu dari ratusan keheningan yang gaduh
"kepadamu, semoga baik-baik saja"
Komentar