gerimis ini tibalah juga
patah tumbuh di tengah minggu
di separuh hari menuju pulang burung-burung gereja
"usah bertarung, jalan sedikit licin
dan aku tak ingin nasibmu
tergelincir",
jejak kakinya berkata tatkala dari jendela terlukis rindang angsana tua
kokoh menumbuhkan reranting hari lalu di desah napas kerumunan
orang-orang berteduh memburu berpuluh pikiran daun-daun terjatuh
tujuan singgah yang tak mungkin dirampas kembali
tiba-tiba tumbuh jejal seperti datang anak-anak
menawarkan sewa payung dengan raut wajah tak ingin ditolak
dan gerimis ini semakin menebal keinginan untuk bertahan
berpikir pada relung ruang jauh sepi dan bersiasat
menyelamatkan diriku denganmu sekali lagi
Komentar