usai rinai
untuk dian ramadhani
menjebak basah perkarangan gugur dedaun itu
dari luas ventilasi
gelap merayap turun
membangunkan penginapan
menghidupi listrik
bertambah jelas wajah trotoar
semurung itu; dadaku
di bawah langit menuju unggu
betapa senang bila menunggumu
gelisah yang keras kepala
begitu ingin dirayakan
lalu pukul lima
membuat terang segalanya
ternyata
rindu
dan cinta
bisa jatuh bersama-sama
Komentar