membeli buah tangan
sebelum menikung bukit ke selatan
rencana menunggu sekeping matahari luluh
di sekujur langit laut bersolek wajah perempuan
aku lebih dahulu mampir membelokanmu
lihatlah, rumit itu sudah kupercayakan
takluk pada jemari matamu
di antara sekian tumpuk karton pie susu,
baju barong dan kacang gurih bernama-nama
matamu adalah sungguh lidah api
adalah mahir meniti jalan keluar
dari toko buah tangan yang tak sanggup hanyut
oleh mimpi-mimpi rembulan di jalan raya Tuban no.2 ini
"sudahlah, Dian lebih bersusu,
biru melulu menyadap teduh
dan Matahari senantiasa mudah kau rindukan", bujukmu
lalu hujan luruh di perkarangan
puitik bunga-bunga jambu
rencana menunggu sekeping matahari luluh
di sekujur langit laut bersolek wajah perempuan
aku lebih dahulu mampir membelokanmu
lihatlah, rumit itu sudah kupercayakan
takluk pada jemari matamu
di antara sekian tumpuk karton pie susu,
baju barong dan kacang gurih bernama-nama
matamu adalah sungguh lidah api
adalah mahir meniti jalan keluar
dari toko buah tangan yang tak sanggup hanyut
oleh mimpi-mimpi rembulan di jalan raya Tuban no.2 ini
"sudahlah, Dian lebih bersusu,
biru melulu menyadap teduh
dan Matahari senantiasa mudah kau rindukan", bujukmu
lalu hujan luruh di perkarangan
puitik bunga-bunga jambu
Komentar