tiba-tiba aku tak pandai
ada waktu redup kota ini begitu lembut
menjaga jauh sementara pergimu
hingga ke kursi bertubuh jati penuh duduk diriku
bercuaca letih senyum kembang mawar itu
di dingin yang merambat karat angkutan kota
angin pelajari jalan-jalan beralamat lenyap punggungmu
berpikir lengkapi rekah rembulan yang tersenyum
dengan sedikit bintang meremah cahaya
barangkali jadi langit pukul tujuh malam di matamu
dan ini kali malam belum terbiasa
berguguran sunyi tempat ini salah satunya
jauh dari rumah dari pulang yang menenangkan
betapa ku tiba-tiba tak pandai memeluk diri sendiri
menjaga jauh sementara pergimu
hingga ke kursi bertubuh jati penuh duduk diriku
bercuaca letih senyum kembang mawar itu
di dingin yang merambat karat angkutan kota
angin pelajari jalan-jalan beralamat lenyap punggungmu
berpikir lengkapi rekah rembulan yang tersenyum
dengan sedikit bintang meremah cahaya
barangkali jadi langit pukul tujuh malam di matamu
dan ini kali malam belum terbiasa
berguguran sunyi tempat ini salah satunya
jauh dari rumah dari pulang yang menenangkan
betapa ku tiba-tiba tak pandai memeluk diri sendiri
Komentar