manis anggur
mendekat larut malam
angin bersejingkat di pekarangan
menggali sepakat melaut
segalaku meratap manis anggur pada nasibmu
kekasihku,
kemarin adalah sekarang
yang sedang tergantung di pucat dedaun
lantas angin merenggutnya
jatuh seluruh dari dahan bersama tabah hujan
menari kini
duhai,
berbahagialah untuk sesuatu yang belum
seperti bahagiaku ketika menyusur setapak jalan
dan menemukanmu
sejak itu ku rayakan pulang
angin bersejingkat di pekarangan
menggali sepakat melaut
segalaku meratap manis anggur pada nasibmu
kekasihku,
kemarin adalah sekarang
yang sedang tergantung di pucat dedaun
lantas angin merenggutnya
jatuh seluruh dari dahan bersama tabah hujan
menari kini
duhai,
berbahagialah untuk sesuatu yang belum
seperti bahagiaku ketika menyusur setapak jalan
dan menemukanmu
sejak itu ku rayakan pulang
Komentar