ada yang berhitung di pekarangan
ada yang berhitung di pekarangan
perihal teduh dedaun turun satu-persatu
menguning pelajari jalan setapak
yang barangkali hangat berbicara
kala memasuki musim hujan jemarimu
dan merentang pelukan di februari
biar kupetik nanti aroma rambutmu
berulang pulang berulang datang
merambati perlahan di tengah lagu autumn leaves
paolo nutini menjeda suaranya
barangkali kedua mata kita
saling tantang memandang
saling tenang menenggelamkan
rindu, adalah apakah?
dan pecahlah gembira yang begitu niat
selepas mendapatimu maka aku
sempurna dengan cara paling sederhana
Komentar