beginilah caraku membaca nasib rindumu
menyeberanglah dengan biasa
melintasi antar kepala menyetubuhi pikiran hendak lelap itu
seperti pecah tangis bayi yang pandai berlari
menemukan redanya sendiri di puting susu ibu
aku adalah ketagihan akibat selanjutnya
ketika kau belaka menetaskan diriku di semerbak gelisah
yang mekar kala sunyi runtuh bertandang ke dadamu
mendekap ketiadaanku menggelung kebenaran mulut tajam peramal
oh, betapa purnama begitu cemerlang
merajut ketakutanmu mendadak cantik dingin sendirian
dan sepanjang malam yang berbunyi paling sunyi
akankah kerinduanmu selamat dari jatuh airmata paling nyali
melintasi antar kepala menyetubuhi pikiran hendak lelap itu
seperti pecah tangis bayi yang pandai berlari
menemukan redanya sendiri di puting susu ibu
aku adalah ketagihan akibat selanjutnya
ketika kau belaka menetaskan diriku di semerbak gelisah
yang mekar kala sunyi runtuh bertandang ke dadamu
mendekap ketiadaanku menggelung kebenaran mulut tajam peramal
oh, betapa purnama begitu cemerlang
merajut ketakutanmu mendadak cantik dingin sendirian
dan sepanjang malam yang berbunyi paling sunyi
akankah kerinduanmu selamat dari jatuh airmata paling nyali
Komentar