sejenak
ruangan ini
perihal perjalanan menuju lenganmu yang begitu sukar
dan udara dingin semakin lincah mengasah taring
untuk sejenak menancap lunak daging di gigil jauh pelukan
sementara,
apa yang ditanam di bibir
hanyalah menemukan basah hitam pahit secangkir yang menyenangkan
seperti merenggang sedikit tubuh dari pergumulan yang dipelihara oleh rindu
demi membiarkannya merambat di sekujur kecupan
pun bermain hangat yang tumbuh di kecipak itu
duhai,
kepada sejenak yang melayang-layang di lengang suasana
sepertinya terlalu banyak sabar kau menebar debar
terlalu tekun berkali-kali kau menemu resahku yang gemar
hingga terlintas lalu-lalang membungkus kedua mata
menamakan kedekatan rupa dengan dirimu yang jelas segala
perihal perjalanan menuju lenganmu yang begitu sukar
dan udara dingin semakin lincah mengasah taring
untuk sejenak menancap lunak daging di gigil jauh pelukan
sementara,
apa yang ditanam di bibir
hanyalah menemukan basah hitam pahit secangkir yang menyenangkan
seperti merenggang sedikit tubuh dari pergumulan yang dipelihara oleh rindu
demi membiarkannya merambat di sekujur kecupan
pun bermain hangat yang tumbuh di kecipak itu
duhai,
kepada sejenak yang melayang-layang di lengang suasana
sepertinya terlalu banyak sabar kau menebar debar
terlalu tekun berkali-kali kau menemu resahku yang gemar
hingga terlintas lalu-lalang membungkus kedua mata
menamakan kedekatan rupa dengan dirimu yang jelas segala
Komentar