dengan kata lain
dengan kata lain
masuklah engkau dalam terjun yang sungguh
menggali menemukan besar pohon angsana,
bis kota, pedagang kaki lima
yang bergeliat ketika jingga mekar
di lampu-lampu perjalanan kepalaku
menyenangkan,
seperti engkau menemukan pulang
pada peta di mata yang tak pernah sekolah
yang tak paham betapa rumit membaca alamat
tentang rumah penuh bermain hujan di kecipak air mata
dan menyerah sepenuhnya kepada pintu
yang bersembunyi pelukanku di baliknya
masuklah engkau dalam terjun yang sungguh
menggali menemukan besar pohon angsana,
bis kota, pedagang kaki lima
yang bergeliat ketika jingga mekar
di lampu-lampu perjalanan kepalaku
menyenangkan,
seperti engkau menemukan pulang
pada peta di mata yang tak pernah sekolah
yang tak paham betapa rumit membaca alamat
tentang rumah penuh bermain hujan di kecipak air mata
dan menyerah sepenuhnya kepada pintu
yang bersembunyi pelukanku di baliknya
Komentar
seperti engkau menemukan pulang
pada peta di mata yang tak pernah sekolah
yang tak paham betapa rumit membaca alamat
tentang rindu bermain hujan di kecipak air mata"
Bait ini hidup di kepalaku. Pemilihan judul dengan kata lain membuta puisi ini jadi artistik, mas