kitalah pasti pergi
kitalah pasti pergi
menjadi pulang dalam segala ingatan-ingatan di kepala sendiri
menjangkit sesak meremas sekujur tabah di dada paling terkoyak
kitalah pasti pergi
beranjak dari sepasang mata rembulan jingga yang berlayar tenang di sudut sunyi
yang entah kapan mau selesai melepas batang-batang hujan di wajah telaga
melukis segala musim dengan pendar lambaian tangan: sampai berjumpa
de, kitalah pasti pergi
saling benar meninggalkan dalam sebaik-baiknya kenangan tak sanggup mati
di mana kekurangajaran rindu pastinya kelak mengetuk pintu yang berulangkali
menjadi pulang dalam segala ingatan-ingatan di kepala sendiri
menjangkit sesak meremas sekujur tabah di dada paling terkoyak
kitalah pasti pergi
beranjak dari sepasang mata rembulan jingga yang berlayar tenang di sudut sunyi
yang entah kapan mau selesai melepas batang-batang hujan di wajah telaga
melukis segala musim dengan pendar lambaian tangan: sampai berjumpa
de, kitalah pasti pergi
saling benar meninggalkan dalam sebaik-baiknya kenangan tak sanggup mati
di mana kekurangajaran rindu pastinya kelak mengetuk pintu yang berulangkali
Komentar