bilamana kubelajar mendoakan kecantikanmu
barangkali malam luluh merebah lembut memanjang di rambutmu
merawat cahaya purnama memancar indah wajah pualam itu
matamu,
ah, sembunyi sebilah belati haus menikam jantung rupanya
itu sebabnya kau biarkan kelopakmu terkatup selalu begitu tenang
tertidur sebelum mawar berhasil merekah di sekujur senyuman
yang pintar perkara meniru hangat secangkir kopi dalam genggaman
dirimu, yang dipelihara dalam gambar itu
berbahagialah untuk mataku
yang senantiasa mendoakan segala bentuk kecantikanmu
Komentar