selepas sajak ini entah dia datang atau tidak
Ini kamar serasa di relung kulkas tiba-tiba
Apa-apa ingin menebal peluk
Menutup desah angin hujan di tenang hangat suhu tubuhmu barangkali perihal paling meringkik di kandang dada
Kamu mengapa lama benar melumat peta
Sedang malam rambutku perlahan mati muda
Tanggal satupersatu di geligi sisir usia-usia dan rencana besar kembali nanar di surat kabar
Kekasihku, nasib ini mau kamu
Tak mau tau mesti itu membunuh beribu-ribu kilometer
Datanglah selicin lincah sayap abrakadabra pun usah pergi dari pagut bibir mata dekap pergumulan yang nanti kumatangkan
Apa-apa ingin menebal peluk
Menutup desah angin hujan di tenang hangat suhu tubuhmu barangkali perihal paling meringkik di kandang dada
Kamu mengapa lama benar melumat peta
Sedang malam rambutku perlahan mati muda
Tanggal satupersatu di geligi sisir usia-usia dan rencana besar kembali nanar di surat kabar
Kekasihku, nasib ini mau kamu
Tak mau tau mesti itu membunuh beribu-ribu kilometer
Datanglah selicin lincah sayap abrakadabra pun usah pergi dari pagut bibir mata dekap pergumulan yang nanti kumatangkan
Komentar
@ eva liana: beuuuuhhh...pasti romantis abis tuh va :-D