jatuh gila
Ini perihal secangkir kopi yang entah kapan
Kupesan di kotakata bibirmu
Kuteguk hangat menyesap gelap kedalaman itu
Pelan-pelan jauh semakin
Wajahmu menyala kubawa pulang: manggung di mata
Memicu gelisah deru detak jantung tembok kamar melupa arah
Wahai, kusebut pantas apakah perayaan yang bergejolak ini?
Sebelum tidur, sesudah cahaya membelah dirinya kembali
Aku seperti jauh waras sendiri
Nun gila sendiri
Kepadamu yang barangkali
Kupesan di kotakata bibirmu
Kuteguk hangat menyesap gelap kedalaman itu
Pelan-pelan jauh semakin
Wajahmu menyala kubawa pulang: manggung di mata
Memicu gelisah deru detak jantung tembok kamar melupa arah
Wahai, kusebut pantas apakah perayaan yang bergejolak ini?
Sebelum tidur, sesudah cahaya membelah dirinya kembali
Aku seperti jauh waras sendiri
Nun gila sendiri
Kepadamu yang barangkali
Komentar