sekedar gema

Suara-suaraku seakan bertandang jauh ke rumah tak berpenghuni
Dijamu dinding-dinding, gantikan kekasih suatu hari p
un piawai akan ilmu tiru-meniru suara-suara 

"Kali ini, tinggalkan lantang nun di teras rumah!" 

Imbuh telingaku sebelum belaka merah murka oleh apa-apa yang selesai kumulutkan 


Dia pergi, benar sudah dampingi
Namun lupa mengemas telinga 

Kita, boleh jadi saling benar dalam diam paling jurang sepertinya 



Komentar

Unknown mengatakan…
gambarnya serem amat. btw, met tahun baru ya...
andri K wahab mengatakan…
@ sang cerpenis : emng serem tp seremnya sih sedikit mbak hehe, btw sama2 yh met thn baru jg :-D
Riesna Kurnia mengatakan…
iya, pacar.. iya.. :*
andri K wahab mengatakan…
@ Na : nah gitu dnk :-D
Ruri mengatakan…
puisi yang terasa sepi... *begitu tahu saya ngga akan digigit kalau berkomentar di sini,jadi berani nulis komen deh... hehehe*
andri K wahab mengatakan…
@ Ruri : hahaha nggak digigit karena gigi palsu pesanan saya belum diantar.

Postingan Populer