cinta dan lelakimu
Masih membicarakan perkara sesak
Corong biduan negeri kanguru itu kian meruncing
Mematuk-matuk tengah dada, melubang di tempat yang itu-itu saja, hatimu
Pilu, ngilu
Belaka dua kata disungkurkan berulang-ulang
Gaungkan sekelumit kisah dua sejoli yang sedang dipentaskan kala
Di cangkir ini, akhirnya kuputuskan langit malam terendam kembali
Sebab katanya, sungai-sungai di ujung mata belum tersentuh kemarau
Masih menjadi bah menenggelamkan segala
Satu jam, dua jam, tiga jam, hingga tersebut entah
Dan semacam mencari ketiak ular
Menurutku, cinta dan lelakimu tak terlukis dalam puisi lengkung pelangi manapun
Pada wajahmu, pada hidupmu
Corong biduan negeri kanguru itu kian meruncing
Mematuk-matuk tengah dada, melubang di tempat yang itu-itu saja, hatimu
Pilu, ngilu
Belaka dua kata disungkurkan berulang-ulang
Gaungkan sekelumit kisah dua sejoli yang sedang dipentaskan kala
Di cangkir ini, akhirnya kuputuskan langit malam terendam kembali
Sebab katanya, sungai-sungai di ujung mata belum tersentuh kemarau
Masih menjadi bah menenggelamkan segala
Satu jam, dua jam, tiga jam, hingga tersebut entah
Dan semacam mencari ketiak ular
Menurutku, cinta dan lelakimu tak terlukis dalam puisi lengkung pelangi manapun
Pada wajahmu, pada hidupmu
Komentar