belum terpikir judul
Langit perlahan melebam
Di wajahnya, laut bercermin bertukar murung
Memulangkan riuh
Memulakan sunyi
Menyulam rapat-rapat itu rongga cahaya
Menghukum segala apapun menunjuk dada
Oalah, semestaku
Mendadak semburat akan wajah-wajah menggigil kini kutipu lagi sendiri
Dan sesak yang ditetapkan pasrah sudah digoda jarak yang terkutuk
Sayangku, menujumu semoga aku tak pernah kalah
Di wajahnya, laut bercermin bertukar murung
Memulangkan riuh
Memulakan sunyi
Menyulam rapat-rapat itu rongga cahaya
Menghukum segala apapun menunjuk dada
Oalah, semestaku
Mendadak semburat akan wajah-wajah menggigil kini kutipu lagi sendiri
Dan sesak yang ditetapkan pasrah sudah digoda jarak yang terkutuk
Sayangku, menujumu semoga aku tak pernah kalah
Komentar
kalimat paling aku suka dari semua puisimu.. :*
Tujuh Purnamanya ditunggu dulu yah... :*
@ ghost writer : dan semoga saya sampai di tujuan yg dimaksud.