di balik jendela angkutan kota


Di matamu, di mataku. Kadang kita tergesa sebut itu saling menyambut. Dari dalam sini belaka memang: satu-satu tumbuh, bias, pun hilang luruh. Dan ketika aku melaju, menderu dipaksa demikian itu. Sudahlah. Anggap segala ini, sekedar puisi tumpah dan kita tak saling benar mengenal.

Sekian.





Komentar

Outbound Malang mengatakan…
salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
nikmatilah hidupmu agar kamu tidak merasa bosan dalam setiap keadaan.,.
ditunggu kunjungan baliknya gan .,.
andri K wahab mengatakan…
@ outbond malang : terima kasih utk kunjungan dan kata2 motivasiny gan :-D

Postingan Populer