malam mabuk di tangan

telah juga lama bertukar pandang

malam mabuk di tangan

menemani sunyi 

hangat rembulan separuh 

diam-diam kini merambati perkarangan

musim yang menunggu hujan 

seperti kehabisan uang untuk membeli peta 

dan pulang

seperti dahulu katamu; ini adalah sementara


lalu lampu terpejam di sekitar

padam satu-satu dan seluruh

lalu bagaimanakah nasib dari setiap penantian?


o, tidur yang belum

seperti tak cukup jera 

mencintaimu sekali lagi 


Komentar

Postingan Populer