pernah
pernah
pagi jatuh dari reranting pohon angsana
putih bulan basah di jalan-jalan
menuju selatan kota
aroma peluk tubuhmu
penuh dijajakan angin suatu ketika
lalu
pulanglah
pulanglah, seperti mudah
segala yang terurai kini
pagi jatuh dari reranting pohon angsana
putih bulan basah di jalan-jalan
menuju selatan kota
aroma peluk tubuhmu
penuh dijajakan angin suatu ketika
lalu
pulanglah
pulanglah, seperti mudah
segala yang terurai kini
Komentar