mari menduga
malam kental kembali tanpa ibu, sayangku
menyuguhkan ia segelas panas kopi Priangan sekali lagi
demi berjaga-jaga dari angkuh musim menyuruhku berbaju tebal
dan memadami listrik pada kipas angin negeri sendiri
aku berpikir kamar ini terlampau dekat mencintai aroma rambutmu
sebab karenanya diam-diam luas mataku
belum juga isyaratkan selesai
mengurai banyak rencana di langit-langit
mari menduga setelah kutaruh kaca mata
pada sebelum musim berganti nasib di layar televisi
siapa hebat dari kita menyeberangi omong kosong
hutan asap, laut jawa dan merah kematian yang digantungnya
menyuguhkan ia segelas panas kopi Priangan sekali lagi
demi berjaga-jaga dari angkuh musim menyuruhku berbaju tebal
dan memadami listrik pada kipas angin negeri sendiri
aku berpikir kamar ini terlampau dekat mencintai aroma rambutmu
sebab karenanya diam-diam luas mataku
belum juga isyaratkan selesai
mengurai banyak rencana di langit-langit
mari menduga setelah kutaruh kaca mata
pada sebelum musim berganti nasib di layar televisi
siapa hebat dari kita menyeberangi omong kosong
hutan asap, laut jawa dan merah kematian yang digantungnya
Komentar