periode

untuk pipit dinarsih


entah apa yang dirimu pikirkan

malam itu betapa percik api bermula 

jatuh bersama kepada sekam hari-hari 

musim paling kacau Dinarsih 

ketika kehilangan pulang dan peluang

telah membukakan jalan baru 

bagi debar jantungnya yang asing


dan pejam itu akhirnya 

merumahkan seluruh percakapan  

sebelum pukul delapan

setelah hujan merdeka 

semerbak birahi menari 

rencana piknik ke bulan sedang terlaksana


dan malam merupa dirimu 

jadi kuning purnama 

yang bergulung ombak 

menunggangi laut 

dan ribut angin sepanjang derai 


alamat nyata dahaga akan lesakan itu 

kini merapat 

dan searah 

sebatang jantan yang jati hitam 

seperti mudah basah oleh bibirmu

dan kedua mata itu 

berulang-ulang mendapati cahaya bintang 

dan gugur seluruh

 


Komentar

Postingan Populer