menikmati selasa
biarkan sebentar
sinar itu meleleh di jendela
pelan demi pelan waktu bergoyang di usia trembesi
menikmati angin, tenggelam berkunjung di cangkir kopi pertama
mengajak bocah-bocah lidahku memetik manis aren
dan mendulang senyum seperti bibir kekasihku
di tengah melodi yang melengkung rendah
meliuk-liuk tubuh perempuan bahkan
pejam ini begitu asyik sendiri
melayang-layang berkunjung dari tamasya
ke tamasya yang lain
dan berhenti suatu saat di tangan lelaki tua
yang semoga melegakan itu
sinar itu meleleh di jendela
pelan demi pelan waktu bergoyang di usia trembesi
menikmati angin, tenggelam berkunjung di cangkir kopi pertama
mengajak bocah-bocah lidahku memetik manis aren
dan mendulang senyum seperti bibir kekasihku
di tengah melodi yang melengkung rendah
meliuk-liuk tubuh perempuan bahkan
pejam ini begitu asyik sendiri
melayang-layang berkunjung dari tamasya
ke tamasya yang lain
dan berhenti suatu saat di tangan lelaki tua
yang semoga melegakan itu
Komentar