tiap sore hujan di kotamu turun memakai baju baru
tiap sore
hujan di kotamu turun memakai baju baru
bahagianya mengawasi tebal nostalgia pada tubuh
dan membungkus gemas cemas waktu
katamu,
di jendela alangkah baik bila wajahku tersasar jalan ke sana
menjemput rupa gelisah yang lupa membawa payung
merenggut rindu dari rumah yang penuh di alamatkan dadamu
tiap sore
di reranting patah hujan yang jatuh
katamu, kita adalah resah pelukan yang sedang miskin
dan bertanya perihal rahasia apa saja
hujan di kotamu turun memakai baju baru
bahagianya mengawasi tebal nostalgia pada tubuh
dan membungkus gemas cemas waktu
katamu,
di jendela alangkah baik bila wajahku tersasar jalan ke sana
menjemput rupa gelisah yang lupa membawa payung
merenggut rindu dari rumah yang penuh di alamatkan dadamu
tiap sore
di reranting patah hujan yang jatuh
katamu, kita adalah resah pelukan yang sedang miskin
dan bertanya perihal rahasia apa saja
Komentar
melihat, memandangi rumahnya yang masih berpenghuni dan tersenyum, apakah siempunya rumah masih mengenali jika pintunya diketuk... :D
Selaluu deh gak pernah kecewa mampir kesini, ketemu sm puisi keren ^^
@Soulful: aduh ras, trm ksh utk kunjungannya. iya, rindunya selalu utk dia, ras. :-D