pekerjaan baru
rembulan di atas penginapan sudah takut ketinggian
dan malam mendadak kecut manakala sepasang bola mataku
memilih nekat terjun ke dasar cangkir kopi
resapi kota yang menggemari tidur dengan senyum perempuannya paling engkau
di luar jalan-jalan bisu menuju bandara
bintang-bintang berguguran memeluk pinggang pijar lampu
dan lolong nasib begitu salju ketika basah bibirnya putuskan memutar gagang pintu
ayolah, sesaplah sedikit lagi sampai meniris bayangan tak berselimut itu
betapa degup waktu sedang bergulung ombak menekuk dada
dan menunggu pagi berasap dari dalam tubuh hutannya
adalah pekerjaan baru yang kelak kurayakan bersama pelukannya
dan malam mendadak kecut manakala sepasang bola mataku
memilih nekat terjun ke dasar cangkir kopi
resapi kota yang menggemari tidur dengan senyum perempuannya paling engkau
di luar jalan-jalan bisu menuju bandara
bintang-bintang berguguran memeluk pinggang pijar lampu
dan lolong nasib begitu salju ketika basah bibirnya putuskan memutar gagang pintu
ayolah, sesaplah sedikit lagi sampai meniris bayangan tak berselimut itu
betapa degup waktu sedang bergulung ombak menekuk dada
dan menunggu pagi berasap dari dalam tubuh hutannya
adalah pekerjaan baru yang kelak kurayakan bersama pelukannya
Komentar