sesudah maghrib di kepala lelaki itu
untuk Joko Pinurbo
sudah maghrib
senja seadanya berkemas pulang meninggalkan mata lelaki itu
memasang separuh rembulan ketika nyalak di dada
begitu seru semakin asu mengaku rindu
kepada celana ayahnya yang barangkali iseng sendiri
di utas temali jemuran yang entah
di kepala lelaki itu
hujan semakin menarik untuk dijatuhkan dari mana di mana saja
hingga menemu anak-anak sunyi bermain jauh dari rumah
di dekat sungai yang mengalir air mata ibu
ia terka penuh asin tabah belaka
sesudah maghrib
di kepala lelaki itu
konon mencintai keduanya
kecuali Tuhan, yang kau coba
tak pernah menang duel ternyata
sudah maghrib
senja seadanya berkemas pulang meninggalkan mata lelaki itu
memasang separuh rembulan ketika nyalak di dada
begitu seru semakin asu mengaku rindu
kepada celana ayahnya yang barangkali iseng sendiri
di utas temali jemuran yang entah
di kepala lelaki itu
hujan semakin menarik untuk dijatuhkan dari mana di mana saja
hingga menemu anak-anak sunyi bermain jauh dari rumah
di dekat sungai yang mengalir air mata ibu
ia terka penuh asin tabah belaka
sesudah maghrib
di kepala lelaki itu
konon mencintai keduanya
kecuali Tuhan, yang kau coba
tak pernah menang duel ternyata
Komentar