sekecup bibir dari sebuah testimoni
pada suatu kembali
biarlah bibir masih menemukan tentang sepenggal kecup di cangkir yang berseteru
menjejak dipernah cerita tanya itu
dan wajah-wajah begitu murah
mengenal seni melipat senyum
sebelum rembulan berhasil memutar gagang pintu
di ujung ruang,
seekor kenangan merubah diri jadi kekelawar
menemukan hari untuk mengepak sayap
menuju manis buah di rerimbun pekat
yang terseduh menyebut itu sebagai cangkir hangat keempat
seperti katanya
yang dikisahkan banyak mereka
datang pada suatu kembali
barangkali akan selalu memilih menepi
dengan entah ia memesan atau tidak
secangkir menu perjalanan menuju gayo, mandhaeling, pengalengan
hingga menoreh bianglala di tinggi bukit-bukit toraja
dan sekecup bibir itu
akankah ia menjemputnya untuk disimpan kami kembali?
Komentar